MENJAGA KESEHATAN TUBUH

Nyeri Sendi Bukan Selalu “Rematik”

Senin, 09 Februari 2026

?Kenali Perbedaan Rheumatoid Arthritis, Asam Urat, dan Nyeri Sendi karena Usia

Keluhan nyeri dan kekakuan sendi sering dialami oleh masyarakat, khususnya pada usia dewasa dan lanjut usia. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah “rematik” kerap digunakan secara umum untuk menggambarkan berbagai keluhan pada sendi. Padahal, tidak semua nyeri sendi memiliki penyebab yang sama. Memahami perbedaan penyebab nyeri sendi sangat penting agar pemeriksaan dan penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi medis yang mendasarinya.

Rheumatoid Arthritis: Penyakit Autoimun dengan Peradangan Kronis

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit peradangan kronis yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi ini, sistem imun menyerang jaringan sehat di dalam sendi sehingga menimbulkan peradangan. RA umumnya menyerang beberapa sendi secara simetris dan dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, rasa hangat, serta kekakuan sendi yang terasa lebih berat pada pagi hari atau setelah lama tidak bergerak. Pada sebagian pasien, RA juga dapat disertai gejala umum seperti mudah lelah dan demam ringan.

“Rheumatoid Arthritis bukan nyeri sendi biasa. Penyakit ini bersifat peradangan kronis dan memerlukan pengobatan serta pemantauan jangka panjang,” jelas dr. Kristinawati, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Palembang BARI. Asam Urat: Nyeri Mendadak Akibat Penumpukan Kristal.

Asam urat atau gout terjadi akibat meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang kemudian membentuk kristal dan mengendap di sendi. Serangan asam urat biasanya muncul secara tiba-tiba, sering terjadi pada malam hari, dan menimbulkan nyeri hebat disertai pembengkakan serta kemerahan. Lokasi yang paling sering terkena adalah sendi jempol kaki, pergelangan kaki, atau lutut.

Nyeri Sendi karena Faktor Usia (Osteoartritis)

Nyeri sendi akibat faktor usia umumnya berkaitan dengan proses degeneratif atau pengapuran sendi yang dikenal sebagai osteoartritis. Kondisi ini terjadi akibat menipisnya tulang rawan sendi seiring bertambahnya usia. Keluhan biasanya muncul perlahan, terasa saat sendi digunakan beraktivitas, dan berkurang saat beristirahat. Berbeda dengan RA dan asam urat, osteoartritis bukan disebabkan oleh proses autoimun maupun penumpukan kristal. “Banyak masyarakat menganggap semua nyeri sendi sebagai rematik. Padahal, penting untuk membedakan penyebabnya agar penanganannya tepat,” tambah dr. Kristinawati.

Pentingnya Pemeriksaan Medis Sejak Dini

Mengingat penyebab nyeri sendi yang beragam, masyarakat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan nyeri sendi berlangsung lama, sering kambuh, menyerang lebih dari satu sendi, atau disertai gejala lain seperti demam dan kelelahan. Deteksi dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan serta mencegah komplikasi jangka panjang. Selain pemeriksaan medis, penerapan pola hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal, melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang juga berperan penting dalam menjaga kesehatan sendi. 

RSUD Palembang BARI mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan sendi dan tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami nyeri atau kaku sendi yang berkepanjangan, guna memperoleh penanganan yang tepat sesuai kondisi medis.

Sumber

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rematoid Arthritis dan Penyakit Asam Urat. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. https://keslan.kemkes.go.id

2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rematoid Arthritis dan Penyakit Asam Urat. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatanhttps://keslan.kemkes.go.id

3. Alodokter. Rematik, Asam Urat, dan Osteoartritis. https://www.alodokter.com

4. KlikDokter. Perbedaan Artritis Reumatoid dan Penyakit Asam Urathttps://www.klikdokter.com

5. Puskesmas Sesela – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat. Jangan Keliru, Ini Bedanya Rematik dan Asam Urat. https://puskesmassesela-dikes.lombokbaratkab.go.id

       

      "Unit PKRS"