MENJAGA KESEHATAN TUBUH
Mengenal Nyeri Dada Yang Disebabkan Oleh Penyakit Jantung Direview oleh dr. Teguh Setiadi, Sp.PD.,K-KV.,FINASIM
Mengenal Sakit Dada (Angina)
Dalam dunia kesehatan, sakit dada yang merupakan gejala penyakit jantung yang biasa disebut angina. Angina terjadi ketika seseorang mengalami masalah pada pembuluh darah atau arteri koronernya. Pembuluh darah ini berlokasi dekat dan terhubung langsung dengan jantung. Tugasnya adalah mengalirkan darah ke otot jantung dalam sistem pemompaan darah jantung.
Kebanyakan orang mengalami angina karena tumpukan plak (kerak) atau bekuan darah pada dinding arteri yang menyebabkan penyempitan dan terganggunya aliran darah menuju otot jantung. Ketika pasokan darah ke otot jantung terhambat atau bahkan terhenti sama sekali, maka akan menimbulkan nyeri dan dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung.
Terdapat empat jenis angina, yaitu angina stabil, angina tak stabil, angina mikrovaskuler dan angina varian, tapi yang paling sering kita jumpai yaitu angina stabil dan tidak stabil.
Angina stabil: dalam jenis angina ini, sakit dada muncul secara terpola. Ada hal tertentu yang memicu munculnya nyeri dada, misalnya ketika berolahraga, mengalami stres secara emosional, atau sehabis makan makanan berat. Kondisi itu menyebabkan kerja jantung lebih keras dan memerlukan lebih banyak oksigen. Umumnya rasa nyeri berlangsung kurang dari 10 menit, lalu hilang sendiri.
Angina tidak stabil: kebalikan dengan angina stabil, rasa sakit pada dada dalam jenis angina ini terjadi tanpa pola. Artinya, tidak ada aktivitas atau hal lain yang secara spesifik memicu sakit dada. Bahkan rasa nyeri bisa muncul saat orang sedang beristirahat. Salah satu penyebabnya adalah adanya bekuan darah yang menyumbat arteri baik total ataupun subtotal secara tiba-tiba. Jenis angina ini lebih membahayakan karena tak bisa diprediksi.
Gejala Sakit Dada yang Bukan Khas Penyakit Jantung
Bila merasakan sakit dada, pertama-tama ketahui dulu polanya. Apakah rasa nyeri itu muncul hanya ketika melakukan kegiatan tertentu? Seberapa lama sakit terasa? Sebab, mungkin juga itu bukanlah angina atau gejala penyakit jantung.
Nyeri dada tersebut bisa disebut non-cardiac chest pain (NCPP), yaitu rasa sakit di dada yang menyerupai gejala masalah jantung pada pasien yang tidak memiliki penyakit jantung. Gejala ini sangat mirip penyakit jantung, yakni dada seperti diremas atau ditekan benda berat. Rasa nyeri juga bisa menjalar hingga leher, lengan, dan punggung. Tapi ada beberapa gejala lain yang bukan khas penyakit jantung, misalnya:
- Sakit di dada hanya terasa sesaat atau dalam hitungan detik
- Rasa sakit dibarengi lidah terasa pahit dan asam karena ada cairan yang naik dari lambung
- Rasa nyeri bertambah saat mengambil napas
- Nyeri berkurang atau reda ketika beraktivitas
Penyebab Sakit Dada
Jantung hanyalah salah satu organ yang ada di dalam dada. Ada banyak organ lain di dada dan sekitarnya, seperti tulang, otot, saraf, paru-paru, kulit, esofagus, dan lambung. Masalah pada organ-organ tersebut bisa pula memunculkan gejala berupa nyeri pada dada. Beberapa penyebab sakit dada selain penyakit jantung termasuk:
- Peradangan atau luka pada otot atau tulang di dada
- Ruam kulit, misalnya herpes zoster
- Penyakit pada paru-paru, seperti pneumonia dan emboli paru
- Masalah pada sistem pencernaan, antara lain naiknya asam lambung dan maag
Nyeri dada bisa pula terjadi akibat gangguan kesehatan pada bagian tubuh di luar area dada, misalnya pankreas, kandung empedu, atau tulang belakang. Orang yang merasa cemas berlebihan atau mengalami serangan panik juga mungkin merasakan sakit pada dadanya.
Karena banyaknya kemungkinan penyebab sakit dada, sebaiknya kita tidak menerka-nerka. Perlu pemeriksaan medis oleh dokter untuk memastikan apa penyebab munculnya rasa sakit itu.
Tips yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Sakit Dada
Sakit dada yang terjadi tiba-tiba bisa memunculkan dugaan mengalami penyakit jantung. Namun sebaiknya tidak panik atau cemas berlebihan. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan ketika mengalami gejala tersebut:
- Hentikan aktivitas jika sedang beraktivitas, lalu duduk
- Cari tempat lega, misalnya di luar ruangan, untuk beristirahat
- Longgarkan pakaian agar bisa bernapas lebih baik
- Segera datang ke rumah sakit atau hubungi ambulans bila rasa sakit tak kunjung hilang setelah 10 menit lebih
Sumber
“Unit PKRS”
Beri Rating Artikel Ini
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


