MENJAGA KESEHATAN TUBUH

Gizi Seimbang Saat Puasa (Kunci Menjaga Kesehatan dan Energi Selama Ramadhan)

Rabu, 18 Februari 2026

Menjalankan ibadah puasa mengharuskan tubuh menahan makan dan minum selama lebih dari 12 jam. Perubahan pola makan ini sering menimbulkan keluhan seperti lemas, pusing, sulit konsentrasi, atau gangguan lambung. Pada sebagian orang, puasa juga dapat memicu dehidrasi bila asupan cairan dan makanan tidak diperhatikan.

Karena itu, penerapan gizi seimbang saat puasa menjadi sangat penting agar tubuh tetap sehat, bertenaga, dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Gizi seimbang membantu tubuh mendapatkan zat gizi yang cukup meskipun waktu makan terbatas.

Sumber Energi Selama Berpuasa:

Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting karena menjadi sumber energi utama selama berpuasa. Melewatkan sahur dapat meningkatkan risiko lemas, dehidrasi, dan sulit berkonsentrasi di siang hari.

Menu sahur dianjurkan mengandung:

- Karbohidrat kompleks (nasi, roti gandum, oatmeal)

- Protein (telur, ikan, ayam, tempe, tahu)

- Sayur dan buah

- Air putih dalam jumlah cukup

- Karbohidrat kompleks dan serat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

“Sahur bukan sekadar makan agar kuat puasa, tetapi harus memenuhi prinsip gizi seimbang agar energi dilepas secara bertahap,” jelas tenaga gizi RS.

Berbuka Puasa: Mengembalikan Energi dengan Bijak

Saat berbuka, tubuh membutuhkan energi dengan cepat setelah seharian berpuasa. Namun, makan berlebihan saat berbuka justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan rasa tidak nyaman.

Berbuka dianjurkan dilakukan secara bertahap:

- Awali dengan air putih
- Konsumsi kurma atau buah manis alami
- Makan dalam porsi kecil terlebih dahulu
Hindari langsung makan besar dan berlemak

Cara ini membantu tubuh beradaptasi dan menjaga kestabilan gula darah
Pentingnya Cukup Cairan Selama Puasa. Kekurangan cairan merupakan salah satu keluhan paling sering saat puasa. Dehidrasi dapat menyebabkan lemas, sakit kepala, dan sulit fokus.

Pola minum yang dianjurkan adalah 2–4–2, yaitu:
- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas di malam hari
- 2 gelas saat sahur

Minuman berkafein sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh.
“Sering kali orang fokus pada makanan, tetapi lupa bahwa cairan sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh selama puasa,” tambah tenaga gizi RS.
Makanan yang Perlu Dibatasi Selama Puasa

Beberapa jenis makanan dapat memicu rasa haus, lemas, atau kenaikan berat badan bila dikonsumsi berlebihan, seperti:
- Gorengan dan makanan berlemak tinggi
- Makanan terlalu manis
- Makanan tinggi garam
Minuman manis berlebihan
Pembatasan bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi dikonsumsi secara bijak.

Pentingnya Pola Hidup Sehat Selama Puasa
Selain pengaturan makan, kesehatan selama puasa juga dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari, antara lain:
- Tetap aktif bergerak ringan
- Tidur cukup
- Menjaga berat badan ideal
- Memperbanyak buah dan sayur

Bagi penderita penyakit tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan lambung, disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum berpuasa.

Imbauan untuk Masyarakat
Puasa dapat memberikan manfaat kesehatan bila dijalani dengan pola makan yang tepat. Penerapan gizi seimbang membantu menjaga daya tahan tubuh dan stamina selama Ramadan.

RS mengimbau masyarakat untuk memperhatikan asupan makanan dan cairan selama puasa serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila mengalami keluhan seperti lemas berlebihan, pusing, atau gangguan kesehatan selama berpuasa.
Sumber

1. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang

2. Kementerian Kesehatan RI. Panduan Gizi Seimbang saat Ramadan

3. WHO. Healthy Diet Fact Sheet

4. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi 


Unit PKRS

Beri Rating Artikel Ini

0.0 / 5
0 penilaian
Beri Penilaian
Klik bintang di bawah untuk memberi rating Anda.

Komentar 0

Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi oleh admin.
0/1000
Daftar Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!