MENJAGA KESEHATAN TUBUH
Gizi Seimbang Saat Puasa (Kunci Menjaga Kesehatan dan Energi Selama Ramadhan)
Menjalankan ibadah puasa mengharuskan tubuh menahan makan dan minum selama lebih dari 12 jam. Perubahan pola makan ini sering menimbulkan keluhan seperti lemas, pusing, sulit konsentrasi, atau gangguan lambung. Pada sebagian orang, puasa juga dapat memicu dehidrasi bila asupan cairan dan makanan tidak diperhatikan.
Karena itu, penerapan gizi seimbang saat puasa menjadi sangat penting agar tubuh tetap sehat, bertenaga, dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Gizi seimbang membantu tubuh mendapatkan zat gizi yang cukup meskipun waktu makan terbatas.
Sumber Energi Selama Berpuasa:
Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting karena menjadi sumber energi utama selama berpuasa. Melewatkan sahur dapat meningkatkan risiko lemas, dehidrasi, dan sulit berkonsentrasi di siang hari.
Menu sahur dianjurkan mengandung:
- Karbohidrat kompleks (nasi, roti gandum, oatmeal)
- Protein (telur, ikan, ayam, tempe, tahu)
- Sayur dan buah
- Air putih dalam jumlah cukup
- Karbohidrat kompleks dan serat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
“Sahur bukan sekadar makan agar kuat puasa, tetapi harus memenuhi prinsip gizi seimbang agar energi dilepas secara bertahap,” jelas tenaga gizi RS.
Berbuka Puasa: Mengembalikan Energi dengan Bijak
Saat berbuka, tubuh membutuhkan energi dengan cepat setelah seharian berpuasa. Namun, makan berlebihan saat berbuka justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan rasa tidak nyaman.
Berbuka dianjurkan dilakukan secara bertahap:
Sumber
1. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang
2. Kementerian Kesehatan RI. Panduan Gizi Seimbang saat Ramadan
3. WHO. Healthy Diet Fact Sheet
4. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi
Unit PKRS
Beri Rating Artikel Ini
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


