Kesehatan Tubuh

UPF : JANGAN ASAL MAKAN !!

Selasa, 26 Mei 2026

Semakin mutakhir ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, maka akan terus membawa perubahan dalam segala aspek kehidupan. Demikian halnya dalam perubahan pola konsumsi makanan masyarakat yang semakin praktis saat ini,  harus diiringi dengan informasi yang jelas bukan hanya "ikut-ikutan".

UPF (Ultra Processed Food) merupakan produk makanan yang dihasilkan melalui proses tinggi dengan penambahan bahan - bahan lain sehingga produk tersebut memiliki cita rasa nikmat, harga terjangkau, praktis dan pengemasan yang memikat konsumen. Contoh produk tersebut antara lain: makanan dan minuman kaleng, makanan ringan kemasan, makanan beku, dan sebagainya. Dampak kemajuan teknologi pada produk pangan sangat perlu diberikan pengawasan ketat, sebab seringkali pemahaman konsumen masih rendah terhadap komposisi gizi yang tidak seimbang dan terutama konsumsi UPF dapat meningkatkan resiko penyakit kronis cepat atau lambat.

Makanan bergizi seimbang merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi setiap hari.  Berbagai inovasi makanan dalam bentuk substitusi bahan atau proses yang panjang dan berulang dapat menghilangkan sebagian zat gizi penting yang diperlukan tubuh. Selain itu, dalam proses produksi UPF juga ditambahkan berbagai zat aditif (pewarna, pengawet dan perasa) yang dapat mengganggu fungsi organ tubuh bila dikonsumsi berlebihan. Makanan UPF umumnya memiliki kandungan serat dan vitamin rendah, namun kalori sangat tinggi (setyaningsih et al, 2024).

Banyak masyarakat memiliki persepsi bahwa penyakit kronis seperti diabetes dan obesitas bukanlah masalah serius jika belum nampakl gejala klinis ataupun risiko keparahan yang dikeluhkan (Putri, et al, 2025)

Akibat yang ditimbulkan dari konsumsi UPF tanpa batasan :

Membuat rasa ketagihan dan ingin makan tanpa henti sehingga hormon lapar tidak terkendali.

Kandungan garam, gula dan lemak yang tinggi, resiko obesitas tak terkendali dan gangguan pembuluh darah tersembunyi.

Konsumsi tinggi berkaitan dengan gangguan depresi dan kognitif.

Kandungan serat rendah mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam usus. mendorong peradangan tingkat rendah yang dapat menyebabkan kanker.

Jika berbahaya, Mengapa UPF diperjual belikan ?

Tujuan awalnya UPF diciptakan adalah sebagai inovasi makanan lezat yang praktis dengan waktu simpan lama dan biaya produksi yang rendah. Hal tersebut tentu dianggap berhasil mengikuti kebutuhan masyarakat dengan mobilitas tinggi seperti saat ini.  Jadi boleh saja mengkonsumsi UPF saat diperlukan. Namun tentu, konsumsi makanan segar yang minim proses harus diutamakan guna menjaga kondisi fungsi  tubuh tetap optimal.

Sumber

Narasumber
: Ratih Putri Utami,
S.Tr,Gz – Ahli Gizi

Referensi

1. Putri, B.S., Irwanto., Muthmainnah., Rachmah, A. (2025). Di Balik Rasa dan Praktisnya Ultra Processed Food : Analisis Perilaku Konsumen dengan Health Belief Model. Artikel Online, 19 November 2025. Fkmunair.ac.id.

2. Setyaningsih, A., Mulyasari, I., Afiatna, P., & Putri, H.R.(2024). The Relationship between Ultra-processed Food Consumption with Diet Quality and Overweight Status in Young Adults. Amerta Nutrition, 8(1), 124-129.

“Unit PKRS”

Beri Rating Artikel Ini

0.0 / 5
0 penilaian
Beri Penilaian
Klik bintang di bawah untuk memberi rating Anda.

Komentar 0

Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi oleh admin.
0/1000
Daftar Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!