Kesehatan anak

Kok Si Kecil Belum Bisa Bicara, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 11 Mei 2026

Keterlambatan bicara pada anak sering menjadi kekhawatiran orang tua. Ketika anak seusianya sudah mulai mengucapkan kata, tetapi si kecil masih diam atau hanya mengoceh, muncul pertanyaan: Apakah ini normal atau perlu diperiksa?

Menurut para ahli, perkembangan bicara memang memiliki variasi. Namun, tetap ada batasan usia yang perlu diperhatikan agar keterlambatan bisa dideteksi sejak dini.

Setiap Anak Punya Ritme Sendiri

Menurut Terapis Wicara RSUD Palembang BARI Ajeng Endharputri, S.Amd.TW, “Perkembangan bicara dan bahasa setiap anak itu unik. Ada yang cepat, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Yang terpenting adalah stimulasi yang tepat dan konsisten sesuai tahap perkembangannya.” Artinya, orang tua tidak perlu langsung panik, tetapi tetap harus waspada terhadap tanda-tanda keterlambatan.

Tahapan Normal Perkembangan Bicara

Secara umum, perkembangan bicara anak meliputi:

0–6 bulan: Bayi mulai mengoceh dan merespons suara 

6–12 bulan: Mengucapkan suku kata sederhana 

12–18 bulan: Mulai mengucapkan kata bermakna 

18–24 bulan: Menggabungkan dua kata 

2–3 tahun: Mulai berbicara dalam kalimat sederhana 

Jika anak belum mencapai tahapan tersebut, orang tua perlu lebih memperhatikan stimulasi yang diberikan.

Penyebab Anak Terlambat Bicara

Keterlambatan bicara bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor:

Kurangnya interaksi dan stimulasi 

Gangguan pendengaran 

Paparan gadget berlebihan 

Gangguan perkembangan seperti Autisme 

“Banyak orang tua tidak sadar bahwa komunikasi bukan hanya soal berbicara, tetapi juga interaksi. Anak yang jarang diajak berkomunikasi akan lebih lambat dalam memahami dan mengekspresikan bahasa.” Ungkap Ajeng

Peran Penting Orang Tua

Dalam terapi wicara, peran orang tua sangat besar. Tidak cukup hanya mengandalkan terapi di fasilitas kesehatan.

“Orang tua adalah terapis terbaik bagi anak. Keterlibatan aktif di rumah, seperti mengajak bicara, bermain, dan membaca buku bersama, sangat berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak,” jelas Ajeng.

Beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah:

Ajak anak berbicara sejak bayi 

Gunakan bahasa sederhana dan jelas 

Bacakan buku cerita setiap hari 

Beri kesempatan anak untuk merespons 

Batasi screen time 

Kapan Harus Konsultasi?

Orang tua disarankan segera berkonsultasi jika:

Usia 12 bulan belum mengoceh 

Usia 18 bulan belum mengucapkan kata 

Usia 2 tahun belum bisa menggabungkan kata 

Anak tidak merespons saat dipanggil 

Menurut Ajeng ““Deteksi dan intervensi dini sangat penting. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang anak untuk mengejar ketertinggalannya.”

Kesimpulan

Keterlambatan bicara bukan hal yang bisa diabaikan, tetapi juga tidak selalu berarti masalah serius. Kunci utamanya adalah stimulasi yang tepat, konsisten, dan deteksi dini. Dengan dukungan orang tua dan tenaga profesional, anak memiliki peluang besar untuk berkembang optimal.

Sumber

Narasumber : Ajeng Endharputri S, Amd.TW

Referensi

1. World Health Organization. Child Development and Early Learning 

2. Centers for Disease Control and Prevention. Developmental Milestones 

3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak 

“Unit PKRS”

Beri Rating Artikel Ini

5.0 / 5
1 penilaian
Beri Penilaian
Klik bintang di bawah untuk memberi rating Anda.

Komentar 0

Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi oleh admin.
0/1000
Daftar Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!