Kesehatan Tubuh
DAGUSIBU “Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat dengan Benar”
Kenali DAGUSIBU untuk Penggunaan Obat yang Aman
Obat merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk mencegah, mengobati, dan mengendalikan berbagai penyakit. Namun, manfaat obat hanya dapat diperoleh secara optimal apabila digunakan dengan benar. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping, kegagalan terapi, bahkan membahayakan kesehatan.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) memperkenalkan program DAGUSIBU, yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar. Melalui penerapan prinsip DAGUSIBU, masyarakat dapat menjadi lebih bijak dalam mengelola obat di rumah.
1. Dapatkan Obat dengan Benar
Langkah pertama dalam penggunaan obat yang aman adalah memperoleh obat dari sumber yang terpercaya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
• Dapatkan obat di apotek, rumah sakit, puskesmas, atau sarana kesehatan resmi lainnya.
• Pastikan obat memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
• Hindari membeli obat dari sumber yang tidak jelas atau melalui penjual tidak resmi.
• Konsultasikan kepada dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat tertentu, terutama obat keras dan antibiotik.
Membeli obat dari sumber resmi membantu menjamin kualitas, keamanan, dan keaslian obat yang digunakan.
2. Gunakan Obat dengan Benar
Penggunaan obat harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan agar memberikan hasil pengobatan yang optimal.
Prinsip penggunaan obat yang benar meliputi:
• Gunakan obat sesuai resep dokter atau petunjuk pada kemasan.
• Perhatikan dosis, frekuensi, dan lama penggunaan obat.
• Jangan menggandakan dosis apabila lupa minum obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
• Habiskan antibiotik sesuai anjuran dokter meskipun gejala penyakit telah membaik.
• Jangan menggunakan obat milik orang lain karena kondisi kesehatan setiap orang berbeda.
Selain itu, penting untuk membaca informasi pada kemasan obat, termasuk cara penggunaan, efek samping, dan peringatan khusus yang tercantum.
3. Simpan Obat dengan Benar
Penyimpanan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan kualitas dan efektivitas obat.
Berikut beberapa cara penyimpanan obat yang benar:
• Simpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.
• Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
• Simpan obat dalam kemasan aslinya untuk menjaga identitas dan informasi penting yang tertera.
• Perhatikan suhu penyimpanan yang dianjurkan pada kemasan.
• Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala.
Khusus untuk obat tertentu seperti insulin atau vaksin, penyimpanan harus dilakukan pada suhu yang sesuai sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
4. Buang Obat dengan Benar
Obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan lagi tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat mencemari lingkungan dan berpotensi disalahgunakan.
Berikut cara pemusnahan obat yang rusak/kadaluwarsa di rumah, diantaranya :
1. Keluarkan obat dari kemasan/wadah aslinya.
2. Campurkan obat dengan sesuatu yang tidak diinginkan seperti tanah, kotoran, atau bubuk kopi bekas di dalam plastik/wadah tertutup. Hal ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan obat jika obat dibuang dalam kemasan aslinya
3. Masukkan campuran tersebut ke dalam wadah tertutup, seperti kantong plastik tertutup/zipper bag, kemudian buang di tempat sampah rumah tangga.
4. Lepaskan etiket atau informasi personal lain pada kemasan/wadah/botol/tube obat untuk melindungi identitas pasien.
5. Buang kemasan obat (dus/blister/strip/bungkus lain) setelah dirobek atau digunting.
6. Buang isi obat sirup ke saluran pembuangan air (jamban) setelah diencerkan. Hancurkan botolnya dan buang di tempat sampah.
7. Gunting tube salep/krim terlebih dahulu dan buang secara terpisah dari tutupnya di tempat sampah.
8. Untuk sediaan insulin, buang jarum insulin setelah dirusak dan dalam keadaan tutup terpasang kembali.
9. Untuk menghilangkan penyalahgunaan, bekas wadah obat berupa botol plastik, pot plastik atau kaca (gelas), dan tube dibuang dengan cara menghilangkan semua label dari wadah dan tutup, merusak wadah dengan cara digunting, dicacah, atau dipecahkan untuk kemudian disimpan dalam wadah yang dilapisi kantong plastik.
10. Obat dengan formulasi berbentuk inhaler atau aerosol harus dikeluarkan atau disemprotkan perlahan ke dalam air untuk mencegah tetesan obat memasuki udara. Cairan atau padatan inhaler yang dihasilkan dilarutkan ke dalam air lalu dibuang pada saluran pembuangan air (wastafel atau WC). Wadah inhaler maupun aerosol yang sudah kosong jangan dilubangi, digepengkan atau dibakar karena mudah meledak.
Manfaat Penerapan DAGUSIBU
Dengan menerapkan prinsip DAGUSIBU, masyarakat dapat memperoleh berbagai manfaat, antara lain:
• Meningkatkan keberhasilan pengobatan.
• Mengurangi risiko efek samping dan kesalahan penggunaan obat.
• Mencegah penyalahgunaan obat.
• Menjaga kualitas obat selama penyimpanan.
• Mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah obat.
Penutup
Penggunaan obat yang benar merupakan tanggung jawab bersama antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Melalui penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar), masyarakat dapat memperoleh manfaat obat secara optimal sekaligus mencegah berbagai risiko yang mungkin timbul akibat penggunaan obat yang tidak tepat.
Apabila memiliki pertanyaan mengenai obat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Sumber
Direview
oleh : Apt.
Suci Permata Sari, S.Farm.
Referensi
- Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pengelolaan
Obat Rusak dan Kadaluwarsa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Rumah
Tangga. Jakarta : Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Kemenkes RI.2021 - Ikatan Apoteker Indonesia. DAGUSIBU: Dapatkan,
Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar. Jakarta: IAI; 2014. - World Health Organization. Medication Safety in
Polypharmacy: Technical Report. Geneva: WHO; 2019.
“Unit PKRS”
Beri Rating Artikel Ini
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


