BARI News

Rapat Koordinasi terkait Optimalisasi Pendapatan dan Piutang

Selasa, 23 Juni 2026
1 / 3

Selasa, 23 Juni 2026 Direktur RS Bari memimpin rapat koordinasi strategis yang berfokus pada optimalisasi pendapatan serta percepatan penagihan piutang layanan kesehatan. Pertemuan ini dihadiri jajaran manajemen, kepala unit pelayanan, keuangan, pemasaran, hingga tim klaim asuransi dan BPJS, dengan tujuan menyelaraskan langkah lintas divisi agar arus kas rumah sakit semakin sehat dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Direktur menekankan pentingnya tata kelola pendapatan yang akurat, transparan, dan berbasis data. Ia menyoroti tiga prioritas: pembenahan proses pencatatan layanan dan tarif, percepatan verifikasi klaim serta pengurangan dispute, dan penertiban piutang lama melalui penjadwalan ulang penagihan yang lebih agresif namun tetap beretika. “Setiap layanan harus terdokumentasi dengan baik sejak hulu, agar tidak ada ‘kebocoran’ saat hilir,” tegasnya.

Sejumlah langkah taktis disepakati:


  • Penyeragaman kode layanan dan tarif lintas unit untuk meminimalkan selisih pencatatan dan potensi klaim tertolak.

  • Penerapan pra-verifikasi dokumen sejak pasien rawat inap/rajal, termasuk kelengkapan berkas klinis dan administrasi yang menjadi syarat klaim.

  • Pembentukan tim task force piutang yang fokus pada segmentasi debitur (BPJS, asuransi komersial, perusahaan rekanan, dan perorangan), dengan target penyelesaian bulanan yang terukur.

  • Integrasi dashboard pendapatan dan aging piutang berbasis real-time agar pimpinan unit dapat memantau capaian dan melakukan koreksi cepat.

  • Program peningkatan kapasitas SDM front office, coder, dan verifikator klaim untuk menekan error administratif.

Rapat juga membahas penguatan komunikasi dengan mitra pembayar. RS Bari akan menjadwalkan pertemuan rutin klarifikasi klaim dengan BPJS dan asuransi, memperbaiki alur balas berkas, serta menutup celah keterlambatan akibat perbedaan interpretasi aturan. Di sisi pelayanan, manajemen menekankan pentingnya kecepatan dan mutu layanan sebagai fondasi pendapatan yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kepuasan pasien.

Menutup rapat, Direktur menetapkan indikator kinerja utama (KPI) yang mencakup tingkat klaim tertolak, hari perputaran piutang (DSO), dan kenaikan pendapatan bersih per unit layanan. Setiap divisi diminta menyusun rencana aksi dua minggu ke depan, dengan evaluasi berkala untuk memastikan target tercapai.







Melalui rapat ini, RS Bari menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola keuangan yang kuat, proses klaim yang lebih lincah, dan pelayanan yang makin prima—agar keberlanjutan operasional berjalan seiring dengan peningkatan mutu bagi masyarakat.

Sumber

humas dan pemasaran 

Beri Rating Artikel Ini

0.0 / 5
0 penilaian
Beri Penilaian
Klik bintang di bawah untuk memberi rating Anda.

Komentar 0

Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi oleh admin.
0/1000
Daftar Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!