Kesehatan Tubuh

Minuman Tinggi Kalori : Teman Atau Ancaman Bagi Pegawai?

Selasa, 06 Oktober 2026

Di tengah kesibukan bekerja, minuman seperti kopi susu, boba, teh manis, minuman cokelat, minuman dengan topping hingga minuman berenergi sering menjadi pilihan untuk menemani aktivitas. Rasanya yang manis dan menyegarkan membuat minuman tersebut terasa cocok untuk meningkatkan semangat, terutama saat bekerja dalam waktu yang panjang atau menjalani sistem kerja shift.

Namun, tahukah Anda bahwa beberapa jenis minuman tersebut dapat mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi, terutama jika ditambahkan gula, sirup, krimer, atau topping?

Bukan Tidak Boleh, tetapi Perlu Bijak

Minuman manis atau tinggi kalori tidak harus dihindari sepenuhnya. Yang perlu diperhatikan adalah jenis, jumlah, dan frekuensi konsumsinya. Dalam kondisi tertentu, tambahan energi dari makanan atau minuman dapat dibutuhkan, misalnya pada orang dengan kebutuhan energi lebih tinggi atau dalam kondisi pemulihan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Jika minuman manis dan tinggi kalori dikonsumsi terlalu sering, asupan energi harian dapat melebihi kebutuhan tubuh. Kalori dalam bentuk minuman juga cenderung tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama seperti makanan padat, sehingga seseorang masih tetap makan seperti biasa.

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan, terutama jika pola makan yang kurang seimbang dan disertai aktivitas fisik yang rendah, dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskuler.

Waspadai Kebiasaan Minum Manis Saat Bekerja

Bagi pegawai yang sebagian besar waktu kerjanya dihabiskan dengan duduk di depan komputer, di ruang pelayanan, maupun di tempat kerja lainnya, konsumsi minuman manis perlu mendapat perhatian.

Tanpa disadari, satu gelas minuman manis dapat menjadi tambahan kalori dalam sehari. Jika dikonsumsi hampir setiap hari, jumlahnya dapat menjadi cukup besar.

Pada pegawai yang bekerja shift, minuman manis atau berkafein juga menjadi pilihansaat merasa lelah atau mengantuk. Namun, tetap perhatikan kandungan gula, kalori, ukuran sajian, dan frekuensi konsumsinya.

Cobalah beberapa kebiasaan sederhana berikut:

• Jadikan air putih sebagai minuman utama sehari-hari.

• Batasi frekuensi konsumsi minuman manis dan tinggi kalori, terutama jika sudah dikonsumsi hampir setiap hari.

• Pilih ukuran minuman yang lebih kecil, untuk mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi.

• Kurangi gula, sirup, krim, dan topping yang dapat menambah kandungan gula dan kalori.

• Pilih teh atau kopi tanpa gula atau dengan gula yang lebih sedikit bila tersedia.

• Bawa botol minum sendiri agar lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari.

• Biasakan membaca informasi nilai gizi pada minuman kemasan sebelum membeli.

• Tetap aktif bergerak dan imbangi dengan pola makan bergizi seimbang. 


Perhatikan Asupan Gula

WHO merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi hingga kurang dari 10% dari total kebutuhan energi harian. Artinya, semakin sering mengonsumsi minuman dengan gula tambahan, semakin penting untuk memperhatikan jumlah gula dari makanan dan minuman lain yang dikonsumsi sepanjang hari.

Jadi, Teman atau Ancaman?

Minuman tinggi kalori bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi juga sebaiknya tidak menjadi kebiasaan setiap hari. 

Menikmati minuman favorit sesekali tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan jenis, ukuran, kandungan gula, dan frekuensi konsumsi.

Mulailah dari kebiasaan sederhana: 

Lebih sering memilih air putih.

Kurangi gula tambahan.

Perhatikan ukuran dan frekuensi.

Tetap aktif bergerak.

Pegawai yang sehat akan lebih siap bekerja, produktif, dan memberikan pelayanan yang optimal.

Sumber

Referensi

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.

2. Kementerian Kesehatan RI. Infodatin: Situasi Penyakit Tidak Menular di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

3. World Health Organization. Guidline: Sugars intake for adults and childen. WHO;2015.

Direview oleh Lili Aliyani Indah Wulandari, S.Tr.Gz., CHNMP.

Instalasi PKRS RSUD Palembang BARI

“Edukasi Untuk Kesembuhan, Pelayanan Untuk Kepuasan”.

Beri Rating Artikel Ini

0.0 / 5
0 penilaian
Beri Penilaian
Klik bintang di bawah untuk memberi rating Anda.

Komentar 0

Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi oleh admin.
0/1000
Daftar Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!